|
TUJUH BULAN KANDUNGAN |
|
| 1 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 2 |
SARAṆAGAMANA PĀṬHA
SARAṆAGAMANA PĀṬHA1
Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha.
|
72 |
| 3 |
SACCAKIRIYA GĀTHĀ
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Buddho me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Dhammo me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Saṅgho me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Tiada perlindungan lain bagiku. Sang Buddha-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera. Tiada perlindungan lain bagiku. Dhamma-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera. Tiada perlindungan lain bagiku. Saṅgha-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera.
|
75 |
| 4 |
MAṄGALASUTTA GĀTHĀ (Dimulai dari : Asevanā ca bālānaṁ ...)
MAṄGALA SUTTA1
Evamme suttaṁ. Ekaṁ samayaṁ bhagavā, Sāvatthiyaṁ viharati, Jetavane anāthapiṇḍikassa, ārāme.
Atha kho aññatarā devatā, Abhikkantāya rattiyā abhikkantavaṇṇā, Kevalakappaṁ jetavanaṁ obhāsetvā, Yena bhagavā tenupasaṅkami.
Upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā Ekamantaṁ aṭṭhāsi. Ekamantaṁ ṭhitā kho sā devatā Bhagavantaṁ gāthāya ajjhabhāsi:
Bahū devā manussā ca Maṅgalāni acintayuṁ Ākaṅkhamānā sotthānaṁ Brūhi maṅgalamuttamaṁ.
Asevanā ca bālānaṁ Paṇḍitānañca sevanā Pūjā ca pūjanīyānaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Paṭirūpadesavāso ca Pubbe ca katapuññatā Attasammāpaṇidhi ca Etammaṅgalamuttamaṁ.
Bāhusaccañca sippañca Vinayo ca susikkhito Subhāsitā ca yā vācā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Mātāpitu-upaṭṭhānaṁ Puttadārassa saṅgaho Anākulā ca kammantā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Dānañca dhammacariyā ca Ñātakānañca saṅgaho Anavajjāni kammāni Etammaṅgalamuttamaṁ.
Āratī viratī pāpā Majjapānā ca saññamo Appamādo ca dhammesu Etammaṅgalamuttamaṁ.
Gāravo ca nivāto ca Santuṭṭhī ca kataññutā Kālena dhammasavanaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Khantī ca sovacassatā Samaṇānañca dassanaṁ Kālena dhammasākacchā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Tapo ca brahmacariyañca Ariyasaccāna dassanaṁ Nibbānasacchikiriyā ca Etammaṅgalamuttamaṁ.
Phuṭṭhassa lokadhammehi Cittaṁ yassa na kampati Asokaṁ virajaṁ khemaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Etādisāni katvāna Sabbatthamaparājitā Sabbattha sotthiṁ gacchanti Tantesaṁ maṅgalamuttamanti.
Demikianlah telah saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā berdiam di Jetavana, ārāma milik hartawan Anāthapiṇḍika, di dekat kota Sāvatthī. Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi, dengan bercahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana, mengunjungi Sang Bhagavā. Setelah datang, menghormat Sang Bhagavā, ia berdiri di satu sisi yang layak. Dengan berdiri di satu sisi yang layak itulah, ia memohon Sang Bhagavā dengan syair berikut ini : Banyak dewa dan manusia yang mengharapkan kebahagiaan, mempersoalkan tentang berkah. Mohon uraikan, apa berkah utama itu. Tak bergaul dengan orang–orang dungu, bergaul dengan para bijaksanawan, dan menghormat yang patut dihormat, Itulah berkah utama. Bertempat tinggal di tempat yang sesuai, memiliki timbunan kebajikan di masa lampau, dan membimbing diri dengan benar, Itulah berkah utama. Berpengetahuan luas, berketerampilan, terlatih baik dalam tata susila, dan bertutur kata dengan baik, Itulah berkah utama. Membantu ayah dan ibu, Menunjang anak dan isteri, dan bekerja dengan sungguh-sungguh, Itulah berkah utama. Berdana, melakukan kebajikan, menyokong sanak saudara, dan tidak melakukan pekerjaan tercela, Itulah berkah utama. Menjauhi, menghindari perbuatan buruk, menahan diri dari minuman keras, dan tak lengah melaksanakan Dhamma, Itulah berkah utama. Memiliki rasa hormat, berendah hati, merasa puas dengan yang dimiliki, ingat budi baik orang, dan mendengarkan Dhamma pada waktu yang sesuai, Itulah berkah utama. Sabar, mudah dinasihati, mengunjungi para petapa, dan membahas Dhamma pada waktu yang sesuai, Itulah berkah utama. Bersemangat dalam mengikis kilesa2, menjalankan hidup suci, menembus Empat Kebenaran Mulia, dan mencapai Nibbāna, Itulah berkah utama. Meski disinggung oleh hal-hal duniawi3 batin tak tergoyahkan, tiada sedih, tanpa noda, dan penuh damai, Itulah berkah utama. Setelah melaksanakan hal-hal seperti itu, para dewa dan manusia tak akan terkalahkan dimana pun, mencapai kebahagiaan dimana pun berada. Inilah berkah utama bagi para dewa dan manusia. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha. 2 Pengotor batin. 3 Kondisi Alam Delapan : 1. lābha (mendapatkan), 2. alābha (tak mendapatkan), 3. yasa (berkedudukan/berketenaran), 4. ayasa (tak berkedudukan/tak berketenaran), 5. nindā (hujatan), 6. pasaṁsā (sanjungan), 7. sukha (kebahagiaan), 8. dukkha (penderitaan).
|
79 |
| 5 |
KARAṆĪYAMETTA SUTTA (Bait 8, 9, dan 10)
KARAṆĪYAMETTA SUTTA1
Karaṇīyamatthakusalena Yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca: Sakko ujū ca suhujū ca Suvaco cassa mudu anatimānī.
Santussako ca subharo ca Appakicco ca sallahukavutti Santindriyo ca nipako ca Appagabbho kulesu ananugiddho.
Na ca khuddaṁ samācare kiñci Yena viññū pare upavadeyyuṁ. Sukhino vā khemino hontu Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Ye keci pāṇabhūtatthi Tasā vā thāvarā vā anavasesā Dīghā vā ye mahantā vā Majjhimā rassakā aṇukathūlā.
Diṭṭhā vā ye ca adiṭṭhā Ye ca dūre vasanti avidūre Bhūtā vā sambhavesī vā Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Na paro paraṁ nikubbetha Nātimaññetha katthaci naṁ kañci Byārosanā paṭīghasaññā Nāññamaññassa dukkhamiccheyya.
Mātā yathā niyaṁ puttaṁ Āyusā ekaputtamanurakkhe. Evampi sabbabhūtesu Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ.
Mettañca sabbalokasmiṁ Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ Uddhaṁ adho ca tiriyañca Asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ.
Tiṭṭhañcaram nisinno vā Sayāno vā yāvatassa vigatamiddho Etaṁ satiṁ adhiṭṭheyya Brahmametaṁ vihāraṁ idhamāhu.
Diṭṭhiñca anupagamma Sīlavā dassanena sampanno Kāmesu vineyya gedhaṁ Nahi jātu gabbhaseyyaṁ punaretīti.
Inilah yang patut dikerjakan oleh ia yang tangkas dalam hal yang berguna, yang menghantar ke jalan kedamaian: sebagai orang yang cakap, jujur,2 tulus,3 mudah dinasihati, lemah lembut, tidak sombong; merasa puas atas yang dimiliki, mudah dirawat, tidak repot, bersahaja hidupnya, berindria tenang, penuh pertimbangan, sopan, tak melekat pada keluarga-keluarga; tidak berbuat kesalahan walaupun kecil, yang dapat dicela oleh para bijaksanawan, senantiasa bersiaga dengan ujaran cinta kasih: ‘Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram. Semoga semua makhluk hidup bahagia.’ Makhluk hidup apa pun yang ada; yang goyah4 dan yang kokoh5 tanpa kecuali, yang panjang atau yang besar, yang sedang, pendek, kecil, kurus atau pun yang gemuk; Yang tampak atau pun yang tak tampak, yang berada jauh atau pun dekat, yang telah menjadi atau pun yang belum menjadi, semoga mereka semua hidup bahagia. Tak sepatutnya yang satu menipu yang lainnya, tidak menghina siapa pun di mana juga; dan, tak selayaknya karena marah dan benci mengharap yang lain celaka. Sebagaimana seorang ibu mempertaruhkan jiwa melindungi putra tunggalnya; demikianlah terhadap semua makhluk, kembangkan pikiran cinta kasih tanpa batas. Cinta kasih terhadap makhluk di segenap alam, patut dikembangkan tanpa batas dalam batin baik ke arah atas, bawah, dan diantaranya6; tidak sempit, tanpa kedengkian, tanpa permusuhan. Selagi berdiri, berjalan atau duduk, ataupun berbaring, sebelum terlelap; sepatutnya ia memusatkan perhatian ini yang disebut sebagai ‘berdiam dalam Brahma’
Ia yang mengembangkan mettā, tak berpandangan salah7, teguh dalam sīla dan berpengetahuan sempurna, dan melenyapkan kesenangan nafsu indria8; tak akan lahir dalam rahim lagi9. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha; dengan nama ‘Mettasutta’. 2 Perbuatan lurus melalui ucapan ataupun jasmani. 3 Perbuatan lurus melalui pikiran (tidak munafik). 4 Yang gampang tergoyah oleh keinginan dan ketakutan. 5 Yang terkendali keinginan dan ketakutannya. 6 Arah atas – alam arūpa, arah bawah = alam nafsu, arah di antaranya = alam rūpa. 7 Tak berpandangan salah terhadap nāmarūpa (sakkāyadiṭṭhi). 8 Pencapaian sakadāgāmi. 9 Pencapaian anāgāmi.
|
90 |
| 6 |
AṄGULIMĀLA PARITTA (satu atau tiga kali)
Yatohaṁ bhagini Ariyāya jātiyā jāto, Nābhijānāmi sañcicca Pāṇaṁ jīvitā voropetā. Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa.
Saudari, sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya, Aku tidak teringat dengan sengaja membunuh makhluk hidup. Atas kebenaran ini, semoga Anda selamat; Semoga bayi dalam kandungan selamat.
|
97 |
| 7 |
BUDDHĀNUSSATI
Iti pi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho, Vijjācaraṇa-sampanno sugato lokavidū, Anuttaro purisadammasārathi, satthā devamanussānaṁ, buddho bhagavāti.
Karena itulah1 Sang Bhagavā, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan. _________________________ 1 ‘Iti’ disini bermakna sebagai ‘sebab’ (Sīlakkhandhavagga-aṭṭhakathā).
|
95 |
| 8 |
DHAMMĀNUSSATI
Svākkhāto bhagavatā dhammo, Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko, Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.
Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat amat jelas, tak bersela waktu1, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksanawan dalam batin masing-masing. _________________________ 1 Tiada sela atau jeda waktu antara pencapaian Jalan dan pengenyaman Buah.
|
96 |
| 9 |
SAṄGHĀNUSSATI
Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Yadidam cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā, Esa bhagavato sāvakasaṅgho, Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo, Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassāti.
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut, Mereka adalah empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis makhluk suci1. Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā; Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan; ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia. _________________________ 1 Mereka adalah ‘Ariya Saṅgha’, yakni : makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotāpattimagga, Sotāpattiphala, Sakadāgāmimagga, Sakadāgāmiphala, Anāgāmimagga, Anāgāmiphala, Arahattamagga, Arahattaphala.
|
96 |
| 10 |
ABHAYA PARITTA atau DEVATĀ-UYYOJANA GĀTHĀ
ABHAYA PARITTA
Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Buddhānubhāvena vināsamentu.
Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Dhammānubhāvena vināsamentu.
Yan-dunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Saṅghānubhāvena vināsamentu.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Buddha, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Dhamma, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Saṅgha, semoga semuanya lenyap.
atau
DEVATĀ-UYYOJANA GĀTHĀ
Dukkhapattā ca nidukkhā Bhayappattā ca nibbhayā Sokappattā ca nissokā Hontu sabbepi pāṇino. Ettavatā ca amhehi Sambhataṁ puññasampadaṁ Sabbe devānumodantu Sabbasampatti-siddhiyā. Dānaṁ dadantu saddhāya Silaṁ rakkhantu sabbadā Bhāvanābhiratā hontu Gacchantu devatāgatā. Sabbe buddhā balappattā Paccekānañca yaṁ balaṁ Arahantānañca tejena Rakkhaṁ bandhāmi sabbaso. Semoga semua makhluk yang tertimpa duka terlepas dari duka; yang tercekam ketakutan terbebas dari ketakutan; yang terundung kesedihan terhindar dari kesedihan. Semoga para dewa turut bersukacita atas timbunan kebajikan yang telah kami timbun sebanyak ini demi keberuntungan dan keberhasilan. Berdānalah dengan penuh keyakinan! Rawatlah sila setiap saat! Gemarlah mengembangkan batin! Para dewa yang telah datang dipersilahkan kembali! Dengan kekuatan para Buddha beserta kekuatan para Pacceka Buddha, dan dengan daya para Arahanta seluruhnya; aku membuat perlindungan.
|
101/105 |
| 11 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ II (pemercikan tirta)
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
|
121 |
|
MENJELANG KELAHIRAN |
|
| 12 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 13 |
SARAṆAGAMANA PĀṬHA
SARAṆAGAMANA PĀṬHA1
Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha.
|
72 |
| 14 |
SACCAKIRIYA GĀTHĀ
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Buddho me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Dhammo me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Saṅgho me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Tiada perlindungan lain bagiku. Sang Buddha-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera. Tiada perlindungan lain bagiku. Dhamma-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera. Tiada perlindungan lain bagiku. Saṅgha-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera.
|
75 |
| 15 |
AṄGULIMĀLA PARITTA (satu atau tiga kali)
Yatohaṁ bhagini Ariyāya jātiyā jāto, Nābhijānāmi sañcicca Pāṇaṁ jīvitā voropetā. Tena saccena sotthi te Hotu sotthi gabbhassa.
Saudari, sejak dilahirkan sebagai seorang Ariya, Aku tidak teringat dengan sengaja membunuh makhluk hidup. Atas kebenaran ini, semoga Anda selamat; Semoga bayi dalam kandungan selamat.
|
97 |
| 16 |
BUDDHĀNUSSATI
Iti pi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho, Vijjācaraṇa-sampanno sugato lokavidū, Anuttaro purisadammasārathi, satthā devamanussānaṁ, buddho bhagavāti.
Karena itulah1 Sang Bhagavā, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan. _________________________ 1 ‘Iti’ disini bermakna sebagai ‘sebab’ (Sīlakkhandhavagga-aṭṭhakathā).
|
95 |
| 17 |
DHAMMĀNUSSATI
Svākkhāto bhagavatā dhammo, Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko, Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.
Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat amat jelas, tak bersela waktu1, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksanawan dalam batin masing-masing. _________________________ 1 Tiada sela atau jeda waktu antara pencapaian Jalan dan pengenyaman Buah.
|
96 |
| 18 |
SAṄGHĀNUSSATI
Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Yadidam cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā, Esa bhagavato sāvakasaṅgho, Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo, Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassāti.
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut, Mereka adalah empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis makhluk suci1. Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā; Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan; ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia. _________________________ 1 Mereka adalah ‘Ariya Saṅgha’, yakni : makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotāpattimagga, Sotāpattiphala, Sakadāgāmimagga, Sakadāgāmiphala, Anāgāmimagga, Anāgāmiphala, Arahattamagga, Arahattaphala.
|
96 |
| 19 |
SAKKATVĀTIĀDI GĀTHĀ
Sakkatvā buddharatanaṁ Osathaṁ uttamaṁ varaṁ Hitaṁ devamanussānaṁ Buddhatejena sotthinā Nassantupaddavā sabbe Dukkhā vūpasamentu te. Sakkatvā dhammaratanaṁ Osathaṁ uttamaṁ varaṁ Pariḷāhū-pasamanaṁ Dhammatejena sotthinā Nassantupaddavā sabbe Bhayā vūpasamentu te. Sakkatvā Sangharatanaṁ Osathaṁ uttamaṁ varaṁ Āhuneyyaṁ pāhuneyyaṁ Sanghatejena sotthinā, Nassantupaddavā sabbe Rogā vūpasamentu te.
Dengan menghormat kepada Mustika Buddha yang bagai obat mujarab nan mulia, yang bermanfaat bagi para dewa dan manusia; semoga segala rintangan sirna; semoga semua derita Anda musnah berkat kekuatan Sang Buddha. Dengan menghormat kepada Mustika Dhamma yang bagai obat mujarab nan mulia, sebagai pereda kegelisahan; semoga segala rintangan sirna; semoga semua ketakutan Anda musnah berkat kekuatan Dhamma. Dengan menghormat kepada Mustika Sangha yang bagai obat mujarab nan mulia, yang patut menerima pujaan, patut menerima sambutan; semoga segala rintangan sirna; semoga semua penyakit Anda musnah berkat kekuatan Sangha.
|
106 |
| 20 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ II (pemercikan tirta)
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
|
121 |
|
PEMBERKAHAN KELAHIRAN |
|
| 21 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 22 |
SARAṆAGAMANA PĀṬHA
SARAṆAGAMANA PĀṬHA1
Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha.
|
72 |
| 23 |
BUDDHĀNUSSATI
Iti pi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho, Vijjācaraṇa-sampanno sugato lokavidū, Anuttaro purisadammasārathi, satthā devamanussānaṁ, buddho bhagavāti.
Karena itulah1 Sang Bhagavā, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan. _________________________ 1 ‘Iti’ disini bermakna sebagai ‘sebab’ (Sīlakkhandhavagga-aṭṭhakathā).
|
95 |
| 24 |
DHAMMĀNUSSATI
Svākkhāto bhagavatā dhammo, Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko, Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.
Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat amat jelas, tak bersela waktu1, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksanawan dalam batin masing-masing. _________________________ 1 Tiada sela atau jeda waktu antara pencapaian Jalan dan pengenyaman Buah.
|
96 |
| 25 |
SAṄGHĀNUSSATI
Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Yadidam cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā, Esa bhagavato sāvakasaṅgho, Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo, Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassāti.
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut, Mereka adalah empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis makhluk suci1. Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā; Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan; ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia. _________________________ 1 Mereka adalah ‘Ariya Saṅgha’, yakni : makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotāpattimagga, Sotāpattiphala, Sakadāgāmimagga, Sakadāgāmiphala, Anāgāmimagga, Anāgāmiphala, Arahattamagga, Arahattaphala.
|
96 |
| 26 |
CULAMAṄGALACAKKAVĀḶA GĀTHĀ
Sabbabuddhā-nubhāvena Sabbadhammā-nubhāvena Sabbasaṅghā-nubhāvena Buddharatanaṁ Dhammaratanaṁ Saṅgharatanaṁ Tiṇṇaṁ ratanānaṁ anubhāvena Caturāsīti-sahassa-dhammakkhandhā-nubhāvena Piṭakatyānubhāvena Jinasāvakānubhāvena Sabbe te rogā Sabbe te bhayā Sabbe te antarāyā Sabbe te upaddavā Sabbe te dunnimittā Sabbe te avamaṅgalā vinassantu. Āyuvaḍḍhako Dhanavaḍḍhako Sirivaḍḍhako Yasavaḍḍhako Balavaḍḍhako Vaṇṇavaḍḍhako Sukhavaḍḍhako Hotu sabbadā. Dukkharogabhayā verā Sokā sattu cupaddavā Anekā antarāyāpi Vinassantu ca tejasā. Jayasiddhi dhanaṁ lābhaṁ Sotthi bhāgyaṁ sukhaṁ balaṁ Siri āyu ca vaṇṇo ca Bhogaṁ vuḍḍhī ca yasavā Satavassā ca āyū ca Jīvasiddhī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Dengan kekuatan semua Buddha, Dengan kekuatan semua Dhamma, Dengan kekuatan semua Saṅgha; dengan kekuatan ketiga Mustika: mustika Buddha, mustika Dhamma, mustika Saṅgha; dengan kekuatan delapanpuluh empat ribu kelompok Dhamma, dengan kekuatan Tipiṭaka, dengan kekuatan siswa-siswa Sang Pemenang : semoga semua penyakit, semua ketakutan, semua rintangan, semua musibah, semua tanda-tanda jelek, semua malapetaka Anda; menjadi lenyap adanya. Semoga Anda senantiasa berusia panjang, berkekayaan melimpah, berkemuliaan luhur, berkedudukan terhormat, berkekuatan besar, berparas bagus, dan berkebahagiaan dalam. Semoga penderitaan, penyakit, rasa takut, permusuhan, kesedihan, seteru, musibah, serta segala macam rintangan apa pun; semua lenyap berkat kekuatan ini. Semoga kemenangan, keberhasilan, harta, keuntungan, keselamatan, keberuntungan, kebahagiaan, kekuatan, kemakmuran, panjang umur, paras bagus, kesejahteraan, kemajuan, kedudukan, usia seratus tahun, dan keberhasilan hidup; ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
|
116 |
| 27 |
SO ATTHALADDHOTIĀDI GĀTHĀ
(syair pertama untuk pria; syair kedua untuk wanita; syair ketiga untuk bayi kembar; satu syair dibaca tiga kali)
So1 atthaladdho sukhito Viruḷho buddhasāsane Arogo sukhito hohi Saha sabbehi ñātibhi. Sā2 atthaladdhā sukhitā Viruḷhā buddhasāsane Arogā sukhitā hohi Saha sabbehi ñātibhi. Te3 atthaladdhā sukhitā Viruḷhā buddhasāsane Arogā sukhitā hotha Saha sabbehi ñātibhi.
Semoga Anda beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. Semoga Anda beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. Semoga Kalian beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. _________________________ 1 Tertujukan pada laki-laki seorang. 2 Tertujukan pada wanita seorang. 3 Tertujukan pada laki-laki banyak orang atau campuran. Diganti dengan ‘Tā’ Apabila tertujukan pada himpunan wanita.
|
115 |
| 28 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ II (pemercikan tirta)
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
|
121 |
|
ULANG TAHUN, TURUN TANAH |
|
| 29 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 30 |
SARAṆAGAMANA PĀṬHA
SARAṆAGAMANA PĀṬHA1
Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha.
|
72 |
| 31 |
MAṄGALASUTTA GĀTHĀ (Dimulai dari : Asevanā ca bālānaṁ ...)
MAṄGALA SUTTA1
Evamme suttaṁ. Ekaṁ samayaṁ bhagavā, Sāvatthiyaṁ viharati, Jetavane anāthapiṇḍikassa, ārāme.
Atha kho aññatarā devatā, Abhikkantāya rattiyā abhikkantavaṇṇā, Kevalakappaṁ jetavanaṁ obhāsetvā, Yena bhagavā tenupasaṅkami.
Upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā Ekamantaṁ aṭṭhāsi. Ekamantaṁ ṭhitā kho sā devatā Bhagavantaṁ gāthāya ajjhabhāsi:
Bahū devā manussā ca Maṅgalāni acintayuṁ Ākaṅkhamānā sotthānaṁ Brūhi maṅgalamuttamaṁ.
Asevanā ca bālānaṁ Paṇḍitānañca sevanā Pūjā ca pūjanīyānaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Paṭirūpadesavāso ca Pubbe ca katapuññatā Attasammāpaṇidhi ca Etammaṅgalamuttamaṁ.
Bāhusaccañca sippañca Vinayo ca susikkhito Subhāsitā ca yā vācā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Mātāpitu-upaṭṭhānaṁ Puttadārassa saṅgaho Anākulā ca kammantā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Dānañca dhammacariyā ca Ñātakānañca saṅgaho Anavajjāni kammāni Etammaṅgalamuttamaṁ.
Āratī viratī pāpā Majjapānā ca saññamo Appamādo ca dhammesu Etammaṅgalamuttamaṁ.
Gāravo ca nivāto ca Santuṭṭhī ca kataññutā Kālena dhammasavanaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Khantī ca sovacassatā Samaṇānañca dassanaṁ Kālena dhammasākacchā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Tapo ca brahmacariyañca Ariyasaccāna dassanaṁ Nibbānasacchikiriyā ca Etammaṅgalamuttamaṁ.
Phuṭṭhassa lokadhammehi Cittaṁ yassa na kampati Asokaṁ virajaṁ khemaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Etādisāni katvāna Sabbatthamaparājitā Sabbattha sotthiṁ gacchanti Tantesaṁ maṅgalamuttamanti.
Demikianlah telah saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā berdiam di Jetavana, ārāma milik hartawan Anāthapiṇḍika, di dekat kota Sāvatthī. Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi, dengan bercahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana, mengunjungi Sang Bhagavā. Setelah datang, menghormat Sang Bhagavā, ia berdiri di satu sisi yang layak. Dengan berdiri di satu sisi yang layak itulah, ia memohon Sang Bhagavā dengan syair berikut ini : Banyak dewa dan manusia yang mengharapkan kebahagiaan, mempersoalkan tentang berkah. Mohon uraikan, apa berkah utama itu. Tak bergaul dengan orang–orang dungu, bergaul dengan para bijaksanawan, dan menghormat yang patut dihormat, Itulah berkah utama. Bertempat tinggal di tempat yang sesuai, memiliki timbunan kebajikan di masa lampau, dan membimbing diri dengan benar, Itulah berkah utama. Berpengetahuan luas, berketerampilan, terlatih baik dalam tata susila, dan bertutur kata dengan baik, Itulah berkah utama. Membantu ayah dan ibu, Menunjang anak dan isteri, dan bekerja dengan sungguh-sungguh, Itulah berkah utama. Berdana, melakukan kebajikan, menyokong sanak saudara, dan tidak melakukan pekerjaan tercela, Itulah berkah utama. Menjauhi, menghindari perbuatan buruk, menahan diri dari minuman keras, dan tak lengah melaksanakan Dhamma, Itulah berkah utama. Memiliki rasa hormat, berendah hati, merasa puas dengan yang dimiliki, ingat budi baik orang, dan mendengarkan Dhamma pada waktu yang sesuai, Itulah berkah utama. Sabar, mudah dinasihati, mengunjungi para petapa, dan membahas Dhamma pada waktu yang sesuai, Itulah berkah utama. Bersemangat dalam mengikis kilesa2, menjalankan hidup suci, menembus Empat Kebenaran Mulia, dan mencapai Nibbāna, Itulah berkah utama. Meski disinggung oleh hal-hal duniawi3 batin tak tergoyahkan, tiada sedih, tanpa noda, dan penuh damai, Itulah berkah utama. Setelah melaksanakan hal-hal seperti itu, para dewa dan manusia tak akan terkalahkan dimana pun, mencapai kebahagiaan dimana pun berada. Inilah berkah utama bagi para dewa dan manusia. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha. 2 Pengotor batin. 3 Kondisi Alam Delapan : 1. lābha (mendapatkan), 2. alābha (tak mendapatkan), 3. yasa (berkedudukan/berketenaran), 4. ayasa (tak berkedudukan/tak berketenaran), 5. nindā (hujatan), 6. pasaṁsā (sanjungan), 7. sukha (kebahagiaan), 8. dukkha (penderitaan).
|
79 |
| 32 |
SO ATTHALADDHOTIĀDI GĀTHĀ
(syair pertama untuk pria; syair kedua untuk wanita; syair ketiga untuk bayi kembar; satu syair dibaca tiga kali)
So1 atthaladdho sukhito Viruḷho buddhasāsane Arogo sukhito hohi Saha sabbehi ñātibhi. Sā2 atthaladdhā sukhitā Viruḷhā buddhasāsane Arogā sukhitā hohi Saha sabbehi ñātibhi. Te3 atthaladdhā sukhitā Viruḷhā buddhasāsane Arogā sukhitā hotha Saha sabbehi ñātibhi.
Semoga Anda beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. Semoga Anda beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. Semoga Kalian beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. _________________________ 1 Tertujukan pada laki-laki seorang. 2 Tertujukan pada wanita seorang. 3 Tertujukan pada laki-laki banyak orang atau campuran. Diganti dengan ‘Tā’ Apabila tertujukan pada himpunan wanita.
|
115 |
| 33 |
MAHĀJAYAMAṄGALA GĀTHĀ
Yaṅkiñci ratanaṁ loke Vijjati vividhaṁ puthu Ratanaṁ buddhasamaṁ natthi Tasmā sotthī bhavantu te. Yaṅkiñci ratanaṁ loke Vijjati vividhaṁ puthu Ratanaṁ dhammasamaṁ natthi Tasmā sotthī bhavantu te. Yaṅkiñci ratanaṁ loke Vijjati vividhaṁ puthu Ratanaṁ Saṅghasamaṁ natthi Tasmā sotthī bhavantu te.
Mustika apa pun yang ada di dunia ini yang beraneka ragam jenisnya, tiada satu pun yang menyamai Mustika Buddha. Berkat ini, semoga Anda sejahtera. Mustika apa pun yang ada di dunia ini yang beraneka ragam jenisnya, tiada satu pun yang menyamai Mustika Dhamma. Berkat ini, semoga Anda sejahtera. Mustika apa pun yang ada di dunia ini yang beraneka ragam jenisnya, tiada satu pun yang menyamai Mustika Saṅgha. Berkat ini, semoga Anda sejahtera.
|
107 |
| 34 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ I (pemercikan tirta)
Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, semoga Anda senantiasa sejahtera.
|
120 |
|
POTONG RAMBUT |
|
|
A. Sebelum dipotong : |
|
| 35 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 36 |
BUDDHĀNUSSATI
Iti pi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho, Vijjācaraṇa-sampanno sugato lokavidū, Anuttaro purisadammasārathi, satthā devamanussānaṁ, buddho bhagavāti.
Karena itulah1 Sang Bhagavā, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan. _________________________ 1 ‘Iti’ disini bermakna sebagai ‘sebab’ (Sīlakkhandhavagga-aṭṭhakathā).
|
95 |
| 37 |
DHAMMĀNUSSATI
Svākkhāto bhagavatā dhammo, Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko, Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.
Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat amat jelas, tak bersela waktu1, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksanawan dalam batin masing-masing. _________________________ 1 Tiada sela atau jeda waktu antara pencapaian Jalan dan pengenyaman Buah.
|
96 |
| 38 |
SAṄGHĀNUSSATI
Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Yadidam cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā, Esa bhagavato sāvakasaṅgho, Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo, Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassāti.
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut, Mereka adalah empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis makhluk suci1. Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā; Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan; ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia. _________________________ 1 Mereka adalah ‘Ariya Saṅgha’, yakni : makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotāpattimagga, Sotāpattiphala, Sakadāgāmimagga, Sakadāgāmiphala, Anāgāmimagga, Anāgāmiphala, Arahattamagga, Arahattaphala.
|
96 |
| 39 |
ABHAYA PARITTA
Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Buddhānubhāvena vināsamentu.
Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Dhammānubhāvena vināsamentu.
Yan-dunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Saṅghānubhāvena vināsamentu.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Buddha, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Dhamma, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Saṅgha, semoga semuanya lenyap.
|
101 |
| 40 |
SO ATTHALADDHOTIĀDI GĀTHĀ
(syair pertama untuk pria; syair kedua untuk wanita; syair ketiga untuk bayi kembar; satu syair dibaca tiga kali)
So1 atthaladdho sukhito Viruḷho buddhasāsane Arogo sukhito hohi Saha sabbehi ñātibhi. Sā2 atthaladdhā sukhitā Viruḷhā buddhasāsane Arogā sukhitā hohi Saha sabbehi ñātibhi. Te3 atthaladdhā sukhitā Viruḷhā buddhasāsane Arogā sukhitā hotha Saha sabbehi ñātibhi.
Semoga Anda beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. Semoga Anda beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. Semoga Kalian beserta semua sanak keluarga memperoleh keberuntungan dan kebahagiaan serta mendapat kemajuan dalam Buddha Sāsana, Selalu sehat dan bahagia. _________________________ 1 Tertujukan pada laki-laki seorang. 2 Tertujukan pada wanita seorang. 3 Tertujukan pada laki-laki banyak orang atau campuran. Diganti dengan ‘Tā’ Apabila tertujukan pada himpunan wanita.
|
115 |
|
B. Saat dipotong : |
|
| 41 |
JAYA PARITTA
Jayanto bodhiyā mūle Sakyānaṁ nandivaḍḍhano Evaṁ tvaṁ vijayo hohi Jayassu jayamaṅgale. Aparājitapallaṅke Sīse paṭhavipokkhare Abhiseke sabbabuddhānaṁ Aggappatto pamodati. Sunakkhattaṁ sumaṅgalaṁ Supabhātaṁ suhuṭṭhitaṁ Sukhaṇo sumuhutto ca Suyiṭṭhaṁ brahmacārisu. Padakkhiṇaṁ kāyakammaṁ Vācākammaṁ padakkhiṇaṁ Padakkhiṇaṁ manokammaṁ Paṇidhī te padakkhiṇā Padakkhiṇāni katvāna Labhantatthe, padakkhiṇe.
Semoga Anda memperoleh berkah kejayaan; sebagaimana Mahabijaksanawan yang berjaya atas Māra di bawah pohon Bodhi, mencapai kejayaan yang unggul di antara para Buddha, yang berbahagia di atas tahta nan mulia dan tak terkalahkan, yang perkasa di maha pertiwi, pembawa suka-cita kaum Sākya. Saat berbuat baik; itulah neptu1 yang baik, berkah yang baik, fajar yang terang, bangun tidur yang ceria, waktu yang baik, saat yang baik, dan disebut telah memuja para suciwan dengan baik. Setelah melakukan kebaikan-kebaikan, yaitu: bertindak baik, berucap baik, berpikir baik, berpengharapan baik; pahala-pahala baiklah yang akan diperoleh. _________________________ 1 Penghitungan waktu yang berkaitan dengan ilmu membaca bintang.
|
111 |
| 42 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ I (pemercikan tirta)
Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, semoga Anda senantiasa sejahtera.
|
120 |
|
PELETAKAN BATU PERTAMA |
|
|
A. Sebelum diletakan : |
|
| 43 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 44 |
SARAṆAGAMANA PĀṬHA
SARAṆAGAMANA PĀṬHA1
Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha.
|
72 |
| 45 |
VAṬṬAKA PARITTA
VAṬṬAKA PARITTA1
Atthi loke sīlaguṇo Saccaṁ soceyyanuddayā Tena saccena kāhāmi Saccakiriyama-nuttaraṁ. Āvajjitvā dhammabalaṁ Saritvā pubbake jine Saccabalama-vassāya Saccakiriyama-kāsahaṁ. Santi pakkhā apattanā Santi pādā avañcanā Mātā pitā ca nikkhantā Jātaveda paṭikkama. Saha sacce kate mayhaṁ Mahāpajjalito sikhī Vajjesi soḷasa karīsāni Udakaṁ patvā yathā sikhī Saccena me samo natthi Esā me saccapāramīti.
Di alam ini terdapat berkah Sīla, berkah kebenaran, berkah kesucian, dan berkah kasih saying. Berdasarkan atas kebenaran ini, aku melakukan sumpah nan luhur. Setelah merenungkan kekuatan Dhamma, mengenang para Penakluk di waktu lampau, dan mendasarkan pada kekuatan kebenaran; aku bersumpah : ‘Aku bersayap namun tak mampu terbang. Aku berkaki tetapi tak dapat berjalan. Ayah bundahku pun telah pergi. Wahai Api Hutan, kembalilah!’ Di saat setelah aku membuat sumpah, kobaran jilatan api yang ganas seluas 16 karīsā2 berhenti serentak, bagaikan api yang tersiram air. Tiada sesuatu apa pun yang setara dengan sumpahku. Inilah sacca-pāramitā-ku. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Cariyāpitaka. 2 1 karīsā = 125 lengan; 1 lengan = 0.5 meter.
|
94 |
|
B. Saat diletakan : |
|
| 46 |
JAYA PARITTA
Jayanto bodhiyā mūle Sakyānaṁ nandivaḍḍhano Evaṁ tvaṁ vijayo hohi Jayassu jayamaṅgale. Aparājitapallaṅke Sīse paṭhavipokkhare Abhiseke sabbabuddhānaṁ Aggappatto pamodati. Sunakkhattaṁ sumaṅgalaṁ Supabhātaṁ suhuṭṭhitaṁ Sukhaṇo sumuhutto ca Suyiṭṭhaṁ brahmacārisu. Padakkhiṇaṁ kāyakammaṁ Vācākammaṁ padakkhiṇaṁ Padakkhiṇaṁ manokammaṁ Paṇidhī te padakkhiṇā Padakkhiṇāni katvāna Labhantatthe, padakkhiṇe.
Semoga Anda memperoleh berkah kejayaan; sebagaimana Mahabijaksanawan yang berjaya atas Māra di bawah pohon Bodhi, mencapai kejayaan yang unggul di antara para Buddha, yang berbahagia di atas tahta nan mulia dan tak terkalahkan, yang perkasa di maha pertiwi, pembawa suka-cita kaum Sākya. Saat berbuat baik; itulah neptu1 yang baik, berkah yang baik, fajar yang terang, bangun tidur yang ceria, waktu yang baik, saat yang baik, dan disebut telah memuja para suciwan dengan baik. Setelah melakukan kebaikan-kebaikan, yaitu: bertindak baik, berucap baik, berpikir baik, berpengharapan baik; pahala-pahala baiklah yang akan diperoleh. _________________________ 1 Penghitungan waktu yang berkaitan dengan ilmu membaca bintang.
|
111 |
| 47 |
RATANATTAYĀNUBHĀVENĀTIĀDI GĀTHĀ
Ratanattayānubhāvena Ratanattayatejasā Dukkharogabhayā verā Sokā sattu cupaddavā Anekā antarāyāpi Vinassantu asesato. Jayasiddhi dhanaṁ lābhaṁ Sotthi bhāgyaṁ sukhaṁ balaṁ Siri āyu ca vaṇṇo ca Bhogaṁ vuḍḍhī ca yasavā Satavassā ca āyū ca Jīvasiddhī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Berkat kekuatan Tiratana, berkat daya Tiratana semoga penderitaan, penyakit, rasa takut, permusuhan, kesedihan, seteru, musibah, serta segala macam rintangan apa pun; semua lenyap tanpa sisa. Semoga kemenangan, keberhasilan, harta, keuntungan, keselamatan, keberuntungan, kebahagiaan, kekuatan, kemakmuran, panjang umur, paras bagus, kesejahteraan, kemajuan, kedudukan, usia seratus tahun, dan keberhasilan hidup; ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
|
119 |
| 48 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ I (pemercikan tirta)
Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, semoga Anda senantiasa sejahtera.
|
120 |
|
MENEMPATI RUMAH BARU, MEMBUKA USAHA BARU, DLL. |
|
| 49 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 50 |
SARAṆAGAMANA PĀṬHA
SARAṆAGAMANA PĀṬHA1
Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha.
|
72 |
| 51 |
BUDDHĀNUSSATI
Iti pi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho, Vijjācaraṇa-sampanno sugato lokavidū, Anuttaro purisadammasārathi, satthā devamanussānaṁ, buddho bhagavāti.
Karena itulah1 Sang Bhagavā, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan. _________________________ 1 ‘Iti’ disini bermakna sebagai ‘sebab’ (Sīlakkhandhavagga-aṭṭhakathā).
|
95 |
| 52 |
DHAMMĀNUSSATI
Svākkhāto bhagavatā dhammo, Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko, Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.
Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat amat jelas, tak bersela waktu1, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksanawan dalam batin masing-masing. _________________________ 1 Tiada sela atau jeda waktu antara pencapaian Jalan dan pengenyaman Buah.
|
96 |
| 53 |
SAṄGHĀNUSSATI
Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Yadidam cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā, Esa bhagavato sāvakasaṅgho, Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo, Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassāti.
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut, Mereka adalah empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis makhluk suci1. Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā; Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan; ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia. _________________________ 1 Mereka adalah ‘Ariya Saṅgha’, yakni : makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotāpattimagga, Sotāpattiphala, Sakadāgāmimagga, Sakadāgāmiphala, Anāgāmimagga, Anāgāmiphala, Arahattamagga, Arahattaphala.
|
96 |
| 54 |
MAṄGALASUTTA GĀTHĀ (Dimulai dari : Asevanā ca bālānaṁ ...)
MAṄGALA SUTTA1
Evamme suttaṁ. Ekaṁ samayaṁ bhagavā, Sāvatthiyaṁ viharati, Jetavane anāthapiṇḍikassa, ārāme.
Atha kho aññatarā devatā, Abhikkantāya rattiyā abhikkantavaṇṇā, Kevalakappaṁ jetavanaṁ obhāsetvā, Yena bhagavā tenupasaṅkami.
Upasaṅkamitvā bhagavantaṁ abhivādetvā Ekamantaṁ aṭṭhāsi. Ekamantaṁ ṭhitā kho sā devatā Bhagavantaṁ gāthāya ajjhabhāsi:
Bahū devā manussā ca Maṅgalāni acintayuṁ Ākaṅkhamānā sotthānaṁ Brūhi maṅgalamuttamaṁ.
Asevanā ca bālānaṁ Paṇḍitānañca sevanā Pūjā ca pūjanīyānaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Paṭirūpadesavāso ca Pubbe ca katapuññatā Attasammāpaṇidhi ca Etammaṅgalamuttamaṁ.
Bāhusaccañca sippañca Vinayo ca susikkhito Subhāsitā ca yā vācā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Mātāpitu-upaṭṭhānaṁ Puttadārassa saṅgaho Anākulā ca kammantā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Dānañca dhammacariyā ca Ñātakānañca saṅgaho Anavajjāni kammāni Etammaṅgalamuttamaṁ.
Āratī viratī pāpā Majjapānā ca saññamo Appamādo ca dhammesu Etammaṅgalamuttamaṁ.
Gāravo ca nivāto ca Santuṭṭhī ca kataññutā Kālena dhammasavanaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Khantī ca sovacassatā Samaṇānañca dassanaṁ Kālena dhammasākacchā Etammaṅgalamuttamaṁ.
Tapo ca brahmacariyañca Ariyasaccāna dassanaṁ Nibbānasacchikiriyā ca Etammaṅgalamuttamaṁ.
Phuṭṭhassa lokadhammehi Cittaṁ yassa na kampati Asokaṁ virajaṁ khemaṁ Etammaṅgalamuttamaṁ.
Etādisāni katvāna Sabbatthamaparājitā Sabbattha sotthiṁ gacchanti Tantesaṁ maṅgalamuttamanti.
Demikianlah telah saya dengar. Pada suatu ketika Sang Bhagavā berdiam di Jetavana, ārāma milik hartawan Anāthapiṇḍika, di dekat kota Sāvatthī. Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi, dengan bercahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana, mengunjungi Sang Bhagavā. Setelah datang, menghormat Sang Bhagavā, ia berdiri di satu sisi yang layak. Dengan berdiri di satu sisi yang layak itulah, ia memohon Sang Bhagavā dengan syair berikut ini : Banyak dewa dan manusia yang mengharapkan kebahagiaan, mempersoalkan tentang berkah. Mohon uraikan, apa berkah utama itu. Tak bergaul dengan orang–orang dungu, bergaul dengan para bijaksanawan, dan menghormat yang patut dihormat, Itulah berkah utama. Bertempat tinggal di tempat yang sesuai, memiliki timbunan kebajikan di masa lampau, dan membimbing diri dengan benar, Itulah berkah utama. Berpengetahuan luas, berketerampilan, terlatih baik dalam tata susila, dan bertutur kata dengan baik, Itulah berkah utama. Membantu ayah dan ibu, Menunjang anak dan isteri, dan bekerja dengan sungguh-sungguh, Itulah berkah utama. Berdana, melakukan kebajikan, menyokong sanak saudara, dan tidak melakukan pekerjaan tercela, Itulah berkah utama. Menjauhi, menghindari perbuatan buruk, menahan diri dari minuman keras, dan tak lengah melaksanakan Dhamma, Itulah berkah utama. Memiliki rasa hormat, berendah hati, merasa puas dengan yang dimiliki, ingat budi baik orang, dan mendengarkan Dhamma pada waktu yang sesuai, Itulah berkah utama. Sabar, mudah dinasihati, mengunjungi para petapa, dan membahas Dhamma pada waktu yang sesuai, Itulah berkah utama. Bersemangat dalam mengikis kilesa2, menjalankan hidup suci, menembus Empat Kebenaran Mulia, dan mencapai Nibbāna, Itulah berkah utama. Meski disinggung oleh hal-hal duniawi3 batin tak tergoyahkan, tiada sedih, tanpa noda, dan penuh damai, Itulah berkah utama. Setelah melaksanakan hal-hal seperti itu, para dewa dan manusia tak akan terkalahkan dimana pun, mencapai kebahagiaan dimana pun berada. Inilah berkah utama bagi para dewa dan manusia. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha. 2 Pengotor batin. 3 Kondisi Alam Delapan : 1. lābha (mendapatkan), 2. alābha (tak mendapatkan), 3. yasa (berkedudukan/berketenaran), 4. ayasa (tak berkedudukan/tak berketenaran), 5. nindā (hujatan), 6. pasaṁsā (sanjungan), 7. sukha (kebahagiaan), 8. dukkha (penderitaan).
|
79 |
| 55 |
KARAṆĪYAMETTA SUTTA (Bait 8, 9, dan 10)
KARAṆĪYAMETTA SUTTA1
Karaṇīyamatthakusalena Yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca: Sakko ujū ca suhujū ca Suvaco cassa mudu anatimānī.
Santussako ca subharo ca Appakicco ca sallahukavutti Santindriyo ca nipako ca Appagabbho kulesu ananugiddho.
Na ca khuddaṁ samācare kiñci Yena viññū pare upavadeyyuṁ. Sukhino vā khemino hontu Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Ye keci pāṇabhūtatthi Tasā vā thāvarā vā anavasesā Dīghā vā ye mahantā vā Majjhimā rassakā aṇukathūlā.
Diṭṭhā vā ye ca adiṭṭhā Ye ca dūre vasanti avidūre Bhūtā vā sambhavesī vā Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Na paro paraṁ nikubbetha Nātimaññetha katthaci naṁ kañci Byārosanā paṭīghasaññā Nāññamaññassa dukkhamiccheyya.
Mātā yathā niyaṁ puttaṁ Āyusā ekaputtamanurakkhe. Evampi sabbabhūtesu Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ.
Mettañca sabbalokasmiṁ Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ Uddhaṁ adho ca tiriyañca Asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ.
Tiṭṭhañcaram nisinno vā Sayāno vā yāvatassa vigatamiddho Etaṁ satiṁ adhiṭṭheyya Brahmametaṁ vihāraṁ idhamāhu.
Diṭṭhiñca anupagamma Sīlavā dassanena sampanno Kāmesu vineyya gedhaṁ Nahi jātu gabbhaseyyaṁ punaretīti.
Inilah yang patut dikerjakan oleh ia yang tangkas dalam hal yang berguna, yang menghantar ke jalan kedamaian: sebagai orang yang cakap, jujur,2 tulus,3 mudah dinasihati, lemah lembut, tidak sombong; merasa puas atas yang dimiliki, mudah dirawat, tidak repot, bersahaja hidupnya, berindria tenang, penuh pertimbangan, sopan, tak melekat pada keluarga-keluarga; tidak berbuat kesalahan walaupun kecil, yang dapat dicela oleh para bijaksanawan, senantiasa bersiaga dengan ujaran cinta kasih: ‘Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram. Semoga semua makhluk hidup bahagia.’ Makhluk hidup apa pun yang ada; yang goyah4 dan yang kokoh5 tanpa kecuali, yang panjang atau yang besar, yang sedang, pendek, kecil, kurus atau pun yang gemuk; Yang tampak atau pun yang tak tampak, yang berada jauh atau pun dekat, yang telah menjadi atau pun yang belum menjadi, semoga mereka semua hidup bahagia. Tak sepatutnya yang satu menipu yang lainnya, tidak menghina siapa pun di mana juga; dan, tak selayaknya karena marah dan benci mengharap yang lain celaka. Sebagaimana seorang ibu mempertaruhkan jiwa melindungi putra tunggalnya; demikianlah terhadap semua makhluk, kembangkan pikiran cinta kasih tanpa batas. Cinta kasih terhadap makhluk di segenap alam, patut dikembangkan tanpa batas dalam batin baik ke arah atas, bawah, dan diantaranya6; tidak sempit, tanpa kedengkian, tanpa permusuhan. Selagi berdiri, berjalan atau duduk, ataupun berbaring, sebelum terlelap; sepatutnya ia memusatkan perhatian ini yang disebut sebagai ‘berdiam dalam Brahma’
Ia yang mengembangkan mettā, tak berpandangan salah7, teguh dalam sīla dan berpengetahuan sempurna, dan melenyapkan kesenangan nafsu indria8; tak akan lahir dalam rahim lagi9. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha; dengan nama ‘Mettasutta’. 2 Perbuatan lurus melalui ucapan ataupun jasmani. 3 Perbuatan lurus melalui pikiran (tidak munafik). 4 Yang gampang tergoyah oleh keinginan dan ketakutan. 5 Yang terkendali keinginan dan ketakutannya. 6 Arah atas – alam arūpa, arah bawah = alam nafsu, arah di antaranya = alam rūpa. 7 Tak berpandangan salah terhadap nāmarūpa (sakkāyadiṭṭhi). 8 Pencapaian sakadāgāmi. 9 Pencapaian anāgāmi.
|
90 |
| 56 |
MORA PARITTA
MORA PARITTA1
Udetayañ-cakkhumā ekarājā Harissavaṇṇo paṭhavippabhāso Taṁ taṁ namassāmi harissavaṇṇaṁ Paṭhavippabhāsaṁ Tayājja guttā viharemu divasaṁ. Ye brāhmaṇā vedagu sabbadhamme Te me namo te ca maṁ pālayantu. Namatthu buddhānaṁ namatthu bodhiyā. Namo vimuttānaṁ namo vimuttiyā. Imaṁ so parittaṁ katvā Moro carati esanā. Apetayañ-cakkhumā ekarājā Harissavaṇṇo paṭhavippabhāso Taṁ taṁ namassāmi harissavaṇṇaṁ Paṭhavippabhāsaṁ Tayājja guttā viharemu rattiṁ. Ye brāhmaṇā vedagū sabbadhamme Te me namo te ca maṁ pālayantu Namatthu buddhānaṁ namatthu bodhiyā. Namo vimuttānaṁ namo vimuttiyā. Imaṁ so parittaṁ katvā Moro vāsamakappayīti.
‘Sang Surya, penerang, raja sinar, yang berwarna keemasan, penerang pertiwi; terbit di ufuk timur. Sujudku kepadanya yang berwarna keemasan, penerang pertiwi itu. Dengan lindunganmu, kami hidup bahagia di hari ini. Sujudku kepada para brāhmaṇa suci, penembus pengetahuan tentang segala Dhamma. Semoga mereka melindungiku. Sujudku kepada para Buddha, Sujudku kepada pengetahuan pencerahan mereka. Sujudku kepada mereka yang telah mencapai kebebasan. Sujudku kepada pengetahuan kebebasan mereka.’ Burung merak itu, setelah membuat perlindungan ini, pergi mencari penghidupan. ‘Sang Surya, penerang, raja sinar, yang berwarna keemasan, penerang pertiwi, tenggelam di ufuk barat. Sujudku kepadanya yang berwarna keemasan, penerang pertiwi itu. Dengan lindunganmu, kami hidup bahagia di malam ini. Sujudku kepada para brāhmaṇa suci, penembus pengetahuan tentang segala Dhamma. Semoga mereka melindungiku. Sujudku kepada para Buddha. Sujudku kepada pengetahuan pencerahan mereka. Sujudku kepada mereka yang telah mencapai kebebasan. Sujudku kepada pengetahuan kebebasan mereka.’ Burung merak itu, setelah membuat perlindungan ini, tinggal untuk beristirahat. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Jātaka.
|
103 |
| 57 |
CULAMAṄGALACAKKAVĀḶA GĀTHĀ
Sabbabuddhā-nubhāvena Sabbadhammā-nubhāvena Sabbasaṅghā-nubhāvena Buddharatanaṁ Dhammaratanaṁ Saṅgharatanaṁ Tiṇṇaṁ ratanānaṁ ānubhāvena Caturāsīti-sahassa-dhammakkhandhā-nubhāvena Piṭakattayānubhāvena Jinasāvakānubhāvena Sabbe te rogā Sabbe te bhayā Sabbe te antarāyā Sabbe te upaddavā Sabbe te dunnimittā Sabbe te avamaṅgalā vinassantu. Āyuvaḍḍhako Dhanavaḍḍhako Sirivaḍḍhako Yasavaḍḍhako Balavaḍḍhako Vaṇṇavaḍḍhako Sukhavaḍḍhako Hotu sabbadā. Dukkharogabhayā verā Sokā sattu cupaddavā Anekā antarāyāpi Vinassantu ca tejasā. Jayasiddhi dhanaṁ lābhaṁ Sotthi bhāgyaṁ sukhaṁ balaṁ Siri āyu ca vaṇṇo ca Bhogaṁ vuḍḍhī ca yasavā Satavassā ca āyū ca Jīvasiddhī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Dengan kekuatan semua Buddha, dengan kekuatan semua Dhamma, dengan kekuatan semua Saṅgha; dengan kekuatan ketiga Mustika: mustika Buddha, mustika Dhamma, mustika Saṅgha; dengan kekuatan delapanpuluh empat ribu kelompok Dhamma, dengan kekuatan Tipiṭaka, dengan kekuatan siswa-siswa Sang Pemenang; semoga semua penyakit, semua ketakutan, semua rintangan, semua musibah, semua tanda-tanda jelek, semua malapetaka Anda; menjadi lenyap adanya. Semoga Anda senantiasa berusia panjang, berkekayaan melimpah, berkemuliaan luhur, berkedudukan terhormat, berkekuatan besar, berparas bagus, dan berkebahagiaan dalam. Semoga penderitaan, penyakit, rasa takut, permusuhan, kesedihan, seteru, musibah, serta segala macam rintangan apa pun; semua lenyap berkat kekuatan ini. Semoga kemenangan, keberhasilan, harta, keuntungan, keselamatan, keberuntungan, kebahagiaan, kekuatan kemakmuran, panjang umur, paras bagus, kesejahteraan, kemajuan, kedudukan, usia seratus tahun, dan keberhasilan hidup; ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
|
116 |
| 58 |
JAYA PARITTA
Jayanto bodhiyā mūle Sakyānaṁ nandivaḍḍhano Evaṁ tvaṁ vijayo hohi Jayassu jayamaṅgale. Aparājitapallaṅke Sīse paṭhavipokkhare Abhiseke sabbabuddhānaṁ Aggappatto pamodati. Sunakkhattaṁ sumaṅgalaṁ Supabhātaṁ suhuṭṭhitaṁ Sukhaṇo sumuhutto ca Suyiṭṭhaṁ brahmacārisu. Padakkhiṇaṁ kāyakammaṁ Vācākammaṁ padakkhiṇaṁ Padakkhiṇaṁ manokammaṁ Paṇidhī te padakkhiṇā Padakkhiṇāni katvāna Labhantatthe, padakkhiṇe.
Semoga Anda memperoleh berkah kejayaan; sebagaimana Mahabijaksanawan yang berjaya atas Māra di bawah pohon Bodhi, mencapai kejayaan yang unggul di antara para Buddha, yang berbahagia di atas tahta nan mulia dan tak terkalahkan, yang perkasa di maha pertiwi, pembawa suka-cita kaum Sākya. Saat berbuat baik; itulah neptu1 yang baik, berkah yang baik, fajar yang terang, bangun tidur yang ceria, waktu yang baik, saat yang baik, dan disebut telah memuja para suciwan dengan baik. Setelah melakukan kebaikan-kebaikan, yaitu: bertindak baik, berucap baik, berpikir baik, berpengharapan baik; pahala-pahala baiklah yang akan diperoleh. _________________________ 1 Penghitungan waktu yang berkaitan dengan ilmu membaca bintang.
|
111 |
| 59 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ I (pemercikan tirta)
Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ. Hotu sabbaṁ sumaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sotthī hontu nirantaraṁ.
Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, semoga Anda senantiasa sejahtera. Semoga segala berkah kebaikan menjadi kenyataan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, semoga Anda senantiasa sejahtera.
|
120 |
|
PEMBERSIHAN SUASANA/TEMPAT |
|
| 60 |
PUBBABHĀGANAMAKĀRA
Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa. (Tikkhattuṁ)
Terpujilah Sang Bhagavā, Yang Mahāsuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna. (tiga kali)
|
72 |
| 61 |
SARAṆAGAMANA PĀṬHA
SARAṆAGAMANA PĀṬHA1
Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Dutiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi. Tatiyampi Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.
Aku berlindung kepada Buddha. Aku berlindung kepada Dhamma. Aku berlindung kepada Sangha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Buddha. Kedua kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Kedua kalinya aku berlindung kepada Sangha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Buddha. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Dhamma. Ketiga kalinya aku berlindung kepada Sangha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha.
|
72 |
| 62 |
BUDDHĀNUSSATI
Iti pi so bhagavā arahaṁ sammāsambuddho, Vijjācaraṇa-sampanno sugato lokavidū, Anuttaro purisadammasārathi, satthā devamanussānaṁ, buddho bhagavāti.
Karena itulah1 Sang Bhagavā, Beliau adalah Yang Mahasuci, Yang telah Mencapai Penerangan Sempurna, Sempurna Pengetahuan serta Tindak-tanduk-Nya, Sempurna Menempuh Jalan ke Nibbāna, Pengetahu Segenap Alam, Pembimbing Manusia yang Tiada Taranya, Guru para Dewa dan Manusia, Yang Sadar, Yang Patut Dimuliakan. _________________________ 1 ‘Iti’ disini bermakna sebagai ‘sebab’ (Sīlakkhandhavagga-aṭṭhakathā).
|
95 |
| 63 |
DHAMMĀNUSSATI
Svākkhāto bhagavatā dhammo, Sandiṭṭhiko akāliko ehipassiko, Opanayiko paccattaṁ veditabbo viññūhīti.
Dhamma telah sempurna dibabarkan oleh Sang Bhagavā, terlihat amat jelas, tak bersela waktu1, mengundang untuk dibuktikan, patut diarahkan ke dalam batin, dapat dihayati oleh para bijaksanawan dalam batin masing-masing. _________________________ 1 Tiada sela atau jeda waktu antara pencapaian Jalan dan pengenyaman Buah.
|
96 |
| 64 |
SAṄGHĀNUSSATI
Supaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ujupaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Ñāyapaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Sāmīcipaṭipanno bhagavato sāvakasaṅgho, Yadidam cattāri purisayugāni aṭṭhapurisapuggalā, Esa bhagavato sāvakasaṅgho, Āhuneyyo pāhuneyyo dakkhiṇeyyo añjalikaraṇīyo, Anuttaraṁ puññakkhettaṁ lokassāti.
Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak baik, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak lurus, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak benar, Sanggha siswa Sang Bhagavā telah bertindak patut, Mereka adalah empat pasang makhluk, terdiri dari delapan jenis makhluk suci1. Itulah Saṅgha siswa Sang Bhagavā; Patut menerima pujaan, patut menerima sambutan, patut menerima persembahan, patut menerima penghormatan; ladang menanam jasa yang tiada taranya bagi makhluk dunia. _________________________ 1 Mereka adalah ‘Ariya Saṅgha’, yakni : makhluk-makhluk yang telah mencapai Sotāpattimagga, Sotāpattiphala, Sakadāgāmimagga, Sakadāgāmiphala, Anāgāmimagga, Anāgāmiphala, Arahattamagga, Arahattaphala.
|
96 |
| 65 |
SACCAKIRIYA GĀTHĀ
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Buddho me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Dhammo me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Natthi me saraṇaṁ aññaṁ, Saṅgho me saraṇaṁ varaṁ. Etena saccavajjena, Sotthi te hotu sabbadā.
Tiada perlindungan lain bagiku. Sang Buddha-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera. Tiada perlindungan lain bagiku. Dhamma-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera. Tiada perlindungan lain bagiku. Saṅgha-lah pelindungku nan luhur. Berkat pernyataan kebenaran ini, Semoga setiap saat Anda selamat sejahtera.
|
75 |
| 66 |
KARAṆĪYAMETTA SUTTA (Bait 8, 9, dan 10)
KARAṆĪYAMETTA SUTTA1
Karaṇīyamatthakusalena Yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca: Sakko ujū ca suhujū ca Suvaco cassa mudu anatimānī.
Santussako ca subharo ca Appakicco ca sallahukavutti Santindriyo ca nipako ca Appagabbho kulesu ananugiddho.
Na ca khuddaṁ samācare kiñci Yena viññū pare upavadeyyuṁ. Sukhino vā khemino hontu Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Ye keci pāṇabhūtatthi Tasā vā thāvarā vā anavasesā Dīghā vā ye mahantā vā Majjhimā rassakā aṇukathūlā.
Diṭṭhā vā ye ca adiṭṭhā Ye ca dūre vasanti avidūre Bhūtā vā sambhavesī vā Sabbe sattā bhavantu sukhitattā.
Na paro paraṁ nikubbetha Nātimaññetha katthaci naṁ kañci Byārosanā paṭīghasaññā Nāññamaññassa dukkhamiccheyya.
Mātā yathā niyaṁ puttaṁ Āyusā ekaputtamanurakkhe. Evampi sabbabhūtesu Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ.
Mettañca sabbalokasmiṁ Mānasambhāvaye aparimāṇaṁ Uddhaṁ adho ca tiriyañca Asambādhaṁ averaṁ asapattaṁ.
Tiṭṭhañcaram nisinno vā Sayāno vā yāvatassa vigatamiddho Etaṁ satiṁ adhiṭṭheyya Brahmametaṁ vihāraṁ idhamāhu.
Diṭṭhiñca anupagamma Sīlavā dassanena sampanno Kāmesu vineyya gedhaṁ Nahi jātu gabbhaseyyaṁ punaretīti.
Inilah yang patut dikerjakan oleh ia yang tangkas dalam hal yang berguna, yang menghantar ke jalan kedamaian: sebagai orang yang cakap, jujur,2 tulus,3 mudah dinasihati, lemah lembut, tidak sombong; merasa puas atas yang dimiliki, mudah dirawat, tidak repot, bersahaja hidupnya, berindria tenang, penuh pertimbangan, sopan, tak melekat pada keluarga-keluarga; tidak berbuat kesalahan walaupun kecil, yang dapat dicela oleh para bijaksanawan, senantiasa bersiaga dengan ujaran cinta kasih: ‘Semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram. Semoga semua makhluk hidup bahagia.’ Makhluk hidup apa pun yang ada; yang goyah4 dan yang kokoh5 tanpa kecuali, yang panjang atau yang besar, yang sedang, pendek, kecil, kurus atau pun yang gemuk; Yang tampak atau pun yang tak tampak, yang berada jauh atau pun dekat, yang telah menjadi atau pun yang belum menjadi, semoga mereka semua hidup bahagia. Tak sepatutnya yang satu menipu yang lainnya, tidak menghina siapa pun di mana juga; dan, tak selayaknya karena marah dan benci mengharap yang lain celaka. Sebagaimana seorang ibu mempertaruhkan jiwa melindungi putra tunggalnya; demikianlah terhadap semua makhluk, kembangkan pikiran cinta kasih tanpa batas. Cinta kasih terhadap makhluk di segenap alam, patut dikembangkan tanpa batas dalam batin baik ke arah atas, bawah, dan diantaranya6; tidak sempit, tanpa kedengkian, tanpa permusuhan. Selagi berdiri, berjalan atau duduk, ataupun berbaring, sebelum terlelap; sepatutnya ia memusatkan perhatian ini yang disebut sebagai ‘berdiam dalam Brahma’
Ia yang mengembangkan mettā, tak berpandangan salah7, teguh dalam sīla dan berpengetahuan sempurna, dan melenyapkan kesenangan nafsu indria8; tak akan lahir dalam rahim lagi9. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Khuddakapāṭha; dengan nama ‘Mettasutta’. 2 Perbuatan lurus melalui ucapan ataupun jasmani. 3 Perbuatan lurus melalui pikiran (tidak munafik). 4 Yang gampang tergoyah oleh keinginan dan ketakutan. 5 Yang terkendali keinginan dan ketakutannya. 6 Arah atas – alam arūpa, arah bawah = alam nafsu, arah di antaranya = alam rūpa. 7 Tak berpandangan salah terhadap nāmarūpa (sakkāyadiṭṭhi). 8 Pencapaian sakadāgāmi. 9 Pencapaian anāgāmi.
|
90 |
| 67 |
KHANDHA PARITTA (Dimulai dari : Appamāṇo buddho ....)
KHANDHA PARITTA1
Virūpakkhehi me mettaṁ Mettaṁ Erāpathehi me Chabyāputtehi me mettaṁ Mettaṁ Kaṇhāgotamakehi ca. Apādakehi me mettaṁ Mettaṁ dipādakehi me Catuppadehi me mettaṁ Mettaṁ bahuppadehi me. Mā maṁ apādako hiṁsi Mā maṁ hiṁsi dipādako Mā maṁ catuppado hiṁsi Mā maṁ hiṁsi bahuppado. Sabbe sattā sabbe pāṇā Sabbe bhūtā ca kevalā Sabbe bhadrāni passantu Mā kinci pāpamāgamā. Appamāṇo buddho, Appamāṇo dhammo, Appamāṇo saṅgho, Pamāṇavantāni siriṁsapāni, Ahi vicchikā satapadī uṇṇānābhī sarabū mūsikā. Katā me rakkhā katā me parittā, Paṭikkamantu bhūtāni. Sohaṁ namo bhagavato Namo sattannaṁ Sammāsambuddhānaṁ.
Cinta kasihku kepada suku ular Virūpakkha. Cinta kasihku kepada suku ular Erāpatha. Cinta kasihku kepada suku ular Chabyāputta. Cinta kasihku kepada suku ular Kaṇhāgotamaka. Cinta kasihku kepada makhluk-makhluk tanpa kaki. Cinta kasihku kepada makhluk-makhluk berkaki dua. Cinta kasihku kepada makhluk-makhluk berkaki empat. Cinta kasihku kepada makhluk berkaki banyak. Semoga makhluk-makhluk tanpa kaki tak menyakitiku. Semoga makhluk-makhluk berkaki dua tak menyakitiku. Semoga makhluk-makhluk berkaki empat tak menyakitiku. Semoga makhluk-makhluk berkaki banyak tak menyakitiku. Semoga makhluk, segala kehidupan, segala yang terlahir tanpa kecuali; semoga semuanya mendapatkan kebaikan; janganlah ada dosa2 apa pun pada mereka. Tak terbatas daya Sang Buddha! Tak terbatas daya Dhamma! Tak terbatas daya Saṅgha! Segala makhluk melata, seperti: ular, ketungging, lipan, laba-laba, tokek, dan tikus adalah terbatas daya mereka. Telah kubangun penjagaan. Telah kubangun perlindungan. Silakan makhluk-makhluk menyingkir dengan damai! Aku ini pemuja Sang Bhagavā, pemuja Tujuh Sammāsambuddha. _________________________ 1 Khuddakanikāya, Jātaka, Tiṁsanipāta. 2 Dosa dalam bahasa Pāli berarti: kesalahan, keburukan; perbuatan jahat, kebencian; cacat.
|
93 |
| 68 |
ĀṬĀNĀṬIYA PARITTA
ĀṬĀNĀṬIYA PARITTA1 Vipassissa namatthu Cakkhumantassa sirīmato. Sikhissapi namatthu Sabbabhūtā-nukampino. Vessabhussa namatthu Nhātakassa tapassino. Namatthu Kakusandhassa Mārasenap-pamaddino. Konāgamanassa namatthu Brāhmaṇassa vusīmato. Kassapassa namatthu Vippamuttassa sabbadhi. Aṅgīrasassa namatthu Sakyaputtassa sirīmato Yo imaṁ Dhammamadesesi Sabbadukkhā-panūdanaṁ. Ye cāpi nibbutā loke Yathābhūtaṁ vipassisuṁ Te janā apisuṇā Mahantā vītasāradā. Hitaṁ devamanussānaṁ Yaṁ namassanti gotamaṁ Vijjācaraṇa-sampannaṁ Mahantaṁ vītasāradaṁ Vijjācaraṇa-sampannaṁ Buddhaṁ vandāma gotamanti.
Sudjudku kepada Sang Buddha Vipassī, pemilik penglihatan dan keagungan. Sudjudku kepada Sang Buddha Sikhī, pengasih semua makhluk. Sudjudku kepada Sang Buddha Vessabhū, pembersih noda, pelaksana tapa2. Sudjudku kepada Sang Buddha Kakusandha, penghancur Māra beserta bala tentaranya. Sudjudku kepada Sang Buddha Koṇāgamana, penghanyut keburukan, pencapai kesucian. Sudjudku kepada Sang Buddha Kassapa, yang terbebas dari segala kilesa. Sudjudku kepada Sang Buddha Aṅgīrasa, putra Sakya nan Agung, yang telah membabarkan Dhamma ini, Untuk melenyapkan semua dukkha. Mereka-mereka yang mencapai padamnya kilesa di dunia ini, melihat dengan jelas Dhamma sebagaimana adanya; adalah, orang-orang yang bukan penghasut, sebagai manusia besar, yang matang dalam kebijaksanaan. Demi manfaat, para dewa dan manusia memuji Sang Buddha Gotama, yang sempurna pengetahuan dan tindak-tanduk-Nya, sebagai manusia besar yang matang dalam kebijaksanaan. Kami bersujud kepada Sang Buddha Gotama, yang sempurna pengetahuan dan tindak-tanduk-Nya. _________________________ 1 Dighanikāya, Pāṭhikavagga. 2 Tapa = Dhamma penghancur kilesa.
|
100 |
| 69 |
ABHAYA PARITTA atau DHAJAGGA PARITTA
ABHAYA PARITTA
Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Buddhānubhāvena vināsamentu.
Yandunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Dhammānubhāvena vināsamentu.
Yan-dunnimittaṁ avamaṅgalañca Yo cāmanāpo sakuṇassa saddo Pāpaggaho dussupinaṁ akantaṁ Saṅghānubhāvena vināsamentu.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Buddha, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Dhamma, semoga semuanya lenyap.
Tanda-tanda jelek dan hal yang tak menyenangkan apa pun, juga suara-suara burung yang tak mengenakkan hati, si pembawa malapetaka, dan mimpi buruk yang tak dikehendaki; berkat kekuatan Saṅgha, semoga semuanya lenyap.
atau
DHAJAGGA PARITTA1 Araññe rukkhamūle vā Suññāgāreva bhikkhavo Anussaretha sambuddhaṁ Bhayaṁ tumhāka no siyā. No ce buddhaṁ sareyyātha Lokajeṭṭhaṁ narāsabhaṁ Atha dhammaṁ sareyyātha Niyyānikaṁ sudesitaṁ. No ce dhammaṁ sareyyātha Niyyānikaṁ sudesitaṁ Atha saṅghaṁ sareyyātha Puññakkhettaṁ anuttaraṁ. Evambuddhaṁ sarantānaṁ Dhammaṁ saṅghañca bhikkhavo Bhayaṁ vā chambhitattaṁ vā, Lomahaṁso na hessatīti. Sewaktu di dalam hutan, di bawah pohon atau di tempat yang lengang; duhai para bhikkhu, ingatlah pada Sang Buddha! ketakutan takkan ada pada kalian. Jika tak mengingat Sang Buddha, Sesepuh Jagat, yang perkasa di antara dewa dan manusia; ingatlah pada Dhamma,penuntun ke kebebasan, yang telah dibabarkan dengan jelas! Jika tak mengingat Dhamma, penuntun ke kebebasan yang telah dibabarkan dengan jelas; ingatlah pada Saṅgha, ladang kebajikan yang tiada taranya bagi makhluk dunia! Demikianlah, wahai para bhikkhu, Saat kalian mengingat Sang Buddha, Dhamma, dan Saṅgha; baik ketakutan, kengerian, atau pun geridik bulu tubuh tidak akan muncul. _________________________ 1 Saṁyuttanikāya, Sagāthāvagga
|
101/102 |
| 70 |
SUMAṄGALA GĀTHĀ II (pemercikan tirta)
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbabuddhā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbadhammā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te. Bhavatu sabbamaṅgalaṁ Rakkhantu sabbadevatā Sabbasaṅghā-nubhāvena Sadā sotthī bhavantu te.
Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Buddha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Dhamma, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda. Semoga jadilah semua berkah kebaikan. Semoga semua dewa melindungi. Dan, dengan kekuatan semua Saṅgha, Semoga kesejahteraan selalu ada pada Anda.
|
121 |